Sabtu, 18 Januari 2014

SEMU

SEMU

Aku diam menatap wajah semu yang semakin hilang. Benakku mengingat jalan, sawah dan pohon-pohon yang setiap detailnya menceritakan sesuatu. Tak hilang wajah manis yang selalu kecut ketika menatap diriku, dari raut wajahnya saja dapat ku tebak ia bergerutu. Langkahnya dipercepat ketika mendapatiku berjalan di belakangnya. “Sudahlah, jangan ikuti aku lagi! Di sana banyak wanita-wanita cantik” katanya menunjuk ke arah lain. Wajahnya masih sama, tak melirikku sedikit pun.
Hari dengan cepat berlalu, tak membuat keadaanku berubah. Tetap saja, wajah manis itu selalu kecut kepadaku. Tak pernah menatap wajahku sedikit pun. Ia hanya membuang muka, setiap aku mencoba mendekatinya. Selalu menjawab dengan nada enggan, setiap aku berbicara padanya. Hingga suatu saat, entah karena hal apa, sikapnya berubah padaku. Si wajah manis mulai peduli padaku, tersenyum padaku. Ku pikir “Dia mulai membuka hati untukku”.
Senja yang tenang, kudapati kado istimewa yang sudah bertahun-tahun ku nanti. Bukan dari kuis yang diundi di televisi dengan hostnya yang bagiku cukup cantik. Tapi ini luar biasa. Wajah manis yang dulu semu bergerak menampakan garis-garisnya yang tidak akan aku lupa sampai kapanpun. Mata yang berbinar, hidung yang ingin aku sentuh, bibir yang basah dan memerah. Kado yang sungguh luar biasa. “Aku menyayangimu!” Kurasa aku sudah terbang dari tadi, sejak ku dengar ia lontarkan kata itu. Yah, aku berhasil memilikinya sekarang. Setelah bertahun-tahun menunggu dengan sikapnya yang acuh padaku.
Malam ini yang tak seperti biasa. Dulu selalu sepi, kelam, gelap. Kini mulai redup, remang, yang kemudian berubah terang oleh wajah manis yang tak lagi semu. Kudapati ia mendekat, menggelitikku di belakang telinga. Mendesah, menyanyikan lagu yang benar-benar membuatku terbang, tinggi menembus awan-awan putih. Membuaiku lembut, mengecup bibirku, jantungku membatu sejenak oleh perlakuannya. Ia mendorongku. “Ahhh..” mataku terbuka, rupanya aku bermimpi. Ku terjaga, jantungku masih berdetak kencang. Ku mencoba mengatur nafasku, akibat mimpi yang luar biasa. “Mimpi yang indah!” Gumanku.
Air yang dingin. Ku usap-usap rambutku yang masih basah. Aku sandarkan bahuku di atas sofa di depan jendela. Ku memandang keluar. Hari masih gelap, langit masih hitam bertabur bintang. Membentuk wajah manis yang tersenyum penuh arti. “Ah, dia lagi!” bisikku. Ku lempar pandanganku ke tembok kusam ruanganku. Kudapati sosoknya tersenyum memperlihakan kedua lesung pipinya. Di dalam bingkai biru, memperindah ruangan yang kusam ini. “Dia memang cantik!” Tertawa aku melihat tingkahku sendiri. Seperti kata Johan, teman sebangku yang terkenal play boy itu, kalau aku sudah gila. Ya! memang aku tergila-gila oleh sosok berwajah manis itu, Entah sejak kapan. Tapi sudah lama aku mengenalnya.
Waktu yang kulalui kini terasa mudah. Setiap waktu, aku mengajak si wajah manis itu bercerita. Bercerita kepada jalan-jalan yang kita lalui, bercerita kepada sawah-sawah, bahkan pepohonan ikut mendengarkan cerita kami. “Aku tak menyangka, aku bisa menatapmu seperti ini.” Kata si wajah manis sembari mendekatkan wajahnya yang indah ke wajahku. Aku hanya membisu, terpesona dengan garis-garis wajah yang begitu elok. Aku tak menyangka, aku begitu mengaguminya. Ku rasakan getaran dari ujung kepala sampai ujung kaki ketika ia melempar senyumnya. Karena, sungguh! Wajah itu begitu dekat denganku. “Hei! Kenapa diam? Kau terpesona?” Ia bertanya, setelah beberapa saat aku tak menanggapi perkataannya tadi. Aku hanya tersenyum, mataku yang berbicara padanya.
Kuhitung setiap waktu yang kulalui bersama si wajah manis itu. Kalenderku tahun ini telah penuh dengan coret-coretan tentang apa yang telah ku jalani dengannya. Rupanya sudah setahun ku jalani hubungan istimewa ini.
Jam di kamarku terus berputar. Detikan jam itu begitu terasa. Waktu yang berlalu tak pernah kusayangkan. Karena hariku selalu indah oleh wajah manis itu. Mungkin kalian bertanya, siapa wajah manis itu? Dan mengapa aku selalu menyebutnya?. Aku hanya dapat menjawab “Dia adalah orang pertama yang aku kagumi, dan dia sangat manis.”
Ini hari minggu. Tepatnya minggu sore. Si wajah manis itu terlihat berbeda, bukan wajahnya yang berbeda, ia tetap saja berwajah manis tak ada yang berubah. Hanya saja sikapnya padaku. Ku rasa ia mulai menjauhiku. Aku tak pernah tahu alasan apa yang membuat si wajah manis itu berubah. Sampai suatu saat. “Aku bosan denganmu!” kata-kata itu yang terucap dari bibirnya yang cantik. Nada itu tak asing bagiku, dia mulai tak peduli lagi padaku. Namun, tak masalah. Asal dia tetap menjadi milikku, dan aku masih dapat melihat wajahnya.
Akhirnya hujan deras mengguyur senjaku. Menggores tubuhku dengan percikan-percikan air yang halus tapi menyakitkan. Aku seperti mati melihat wajah manis itu dijamah oleh laki-laki lain. “Siapa kamu? Aku sudah bahagia dengan Afril. Tolong jangan ganggu aku lagi! Jangan ikuti aku lagi!” Kata-kata yang menusukku bagai belati yang panjang dan tajam. Mengorek semua isi hatiku keluar. Akal ku hilang! Kupukul diriku sendiri. Ku berteriak-teriak sendiri. Tak peduli orang-orang berlalu menatapku heran. Ingin aku bunuh laki-laki yang mengambil wajah manis itu. Dia sahabatku sendiri. Aaaaa! Tuhan, aku tak pernah sehancur ini. Aku kehilangan dia, wajah manis yang pernah sejenak tersenyum padaku. laki-laki itu mengambilnya paksa. Semua jalan-jalan, sawah-sawah, pohon-pohon itu, saksi ceritaku kini menjadi bisu. Bungkam, tak membantuku menuntut agar wajah manis itu mau kembali lagi padaku.
Hari-hari kembali gelap, setelah sejenak saja terang oleh hadirnya sosok wanita yang sungguh aku cintai. Aku kembali membeku, di dalam kesunyian yang luar biasa menyiksaku. Batinku kembali terusik, melihat wajah manis yang ku kagumi sekian tahun tertawa lepas manatap laki-laki keji yang merebut belahan hidupku itu. Aku memang laki-laki. Tapi, sudah begitu hancurnya aku sampai tak sanggup ku bendung air mata ini lagi. Aku ingin mati! Ya, aku ingin mati saja. Aku berlari melawan arus mobil-mobil yang menjerit, menggerutu, karena ku halangi lajunya. Sampai akhirnya, kakek tua itu menyeretku paksa ke tepi.
“Kau jangan gila hanya karena wanita!” Ia menghakimiku. “Hahaha, aku memang gila! hey, bapak tua tahu apa kau tentang urusanku.” Aku menceloteh tanpa aku pikirkan kata-kata yang ku lontarkan. Aku tak peduli. “Sungguh kau laki-laki bodoh! Kalau kau mati, wanita itu tak akan jadi milikmu. Dia malah senang tak ada yang mengganggunya lagi.” Kucerna kata-kata orang tua itu. Ada benarnya. Tiba-tiba, akal ku muncul lagi. Tapi kali ini benar-benar busuk. Aku tak peduli.

Ku langkahkan kakiku, kupercepat. Hingga sampai aku di suatu ruang, ruang yang akan menjadikanku api yang ganas. Kutarik wanita manis itu dari laki-laki yang mencumbunya dari tadi. Ia marah, menghujatku, menggerutu, mengejek. Tak kupedulikan. Ku dorong laki-laki itu, ku pukuli wajahnya yang keji hingga dia pingsan, atau malah tak bernyawa. Aku malah senang.
Sementara, wanita manis itu meronta-ronta, berteriak “Kau jahat!” Aku hanya tersenyum. Ku dorong ia ke tembok, dimana posisinya menghadapku. Ku tatap dalam-dalam matanya yang bening dan mulai berair. Ku usap lembut, “Jangan menangis sayang, kamu akan bahagia bersamaku.” Kataku. Kupeluk tubuhnya yang terus meronta dan berteriak. “Lepaskan!” Semakin manis saja dirimu ketika kau marah. Mungkin kali ini aku sudah tak waras lagi. Dia mendorongku. Tapi, aku sempat meraih tubuhnya lagi. “Maafkan aku Kian! Aku tak bisa kehilanganmu. Aku mencintaimu.” Ku ucapkan kata-kata itu sebelum aku benar-benar menusukkan logam tajam yang sedari tadi ku genggam ke perutnya. Kulihat ia menahan sakit, wajahnya pucat, air matanya masih mengalir. Ku lepaskan tubuhnya yang terhempas jatuh ke lantai. Ku berlutut, menatapnya untuk yang terakhir kali. Ku cium keningnya, pipinya dan bibirnya. Mungkin aku benar-benar kejam. Tapi aku tak peduli, aku tak bisa kehilangannya.
Ku cabut logam yang berlumuran benda merah itu. Ku hunuskan ke perutku sendiri. Ku peluk tubuhnya yang sudah kaku di sampingku, dan kali ini aku benar-benar telah membawanya pergi. Tak ada laki-laki lain yang akan merebutnya dariku lagi. Semoga dia tidak membenciku nanti.
Kabar kota ramai dengan berita ku. Kakek tua yang menarikku dari mobil-mobil itu, tersenyum sinis membaca berita kegilaanku. Aku sudah pergi jauh dari dunia yang tak akan menyatukanku dengan orang yang aku cintai. Dan aku berhasil membawanya pergi jauh. Di sini kami bisa bersama, membangun keluarga, mempunyai anak yang lucu-lucu, seperti cerita kami kepada jalan-jalan, sawah-sawah dan pohon-pohon itu.
Cinta memang sudah membuatku gila! Wanita berwajah semu yang dulu selalu hadir dalam setiap mimpiku. Menghias setiap sudut pandangku. telah menjadi milikku selamanya. Walau tak seindah hidup di dunia. Kerena disini semuanya kembali semu, aku pun menjadi semu.


PELANGI SETELAH HUJAN

PELANGI SETELAH HUJAN


Hai namaku Dhani, aku seorang siswa di Smp Puspanegara yang aku cintai ini.Aku duduk di kelas 7. Aku tinggal bersama papaku, adik dan kakakku. Mamaku sudah meninggal setahun yang lalu.
Tadi pas aku bermain basket, ada darah yang keluar dari hidungku. Sehingga membuatku merasa bingung. Ada apa yang terjadi denganku? Baru kali ini aku merasakan yang namanya mimisan. Aku berlari menuju kamar mandi belakang lapangan basket.
“Deandra, apakah
kamu baik-baik saja?” Temanku Riana bertanya Lalu, aku “Enggak, aku baik-baik saja kok” jawab ku sambil mengelap darah yang ada pada hidungku
Riana pun tidak
tahu kalau Deandra mimisan saat basket tadi.
Hari hari terus berlalu. Aku pulang sekolah berjalan kaki di trotoar. Entah mengapa diriku jatuh sendiri dengan cepat. Ya Allah apa yang terjadi padaku? Lalu aku ditolong oleh pria memakai seragam sama denganku.
“Makasih yah sudah bantuin aku” Jawabku tersenyum
“Iya sama sama boleh tau nama kamu siapa?” Tanya pria itu sambil balas senyumanku
Aku tidak bisa menjawabnya karena kakiku begitu sakit. Aku pulang ke rumah dengan keadaan selamat.

Pagi hari yang cerah. Aku sedang membaca buku di perpustakaan yang sudah disediakan disana. Aku terjatuh saat mengambil buku yang berada di atas rak.
“Kok jatoh? Cacat? atau disengajain buat cari perhatian? hahaha kasian sekali kau” Ejek erika dengan keegoisannya
Aku hanya bisa tersenyum dengan manis lalu aku bergegas ke kelas dengan keadaan yang biasa saja. Lalu, aku menulis diary ku dengan air mata yang jatuh membasahi pipiku. Tetap, aku masih tersenyum.

Dear diary
Dihina oleh Erika di perpustakaan. Ya Allah hapuskan penderitaanku ini.

Waktu terus berjalan. Setelah itu aku ke makam mamaku sendiri dengan membawa mawar yang sangat wangi.
“Ma, andai mama masih ada pasti aku bisa curhat ke mama seperti dulu dimana mama menciumku saat aku ingin tidur.” Ucapku sambil menangis

Aku pun jalan menuju ke rumah dengan badan yang basah kuyup karena hujan yang deras. Aku dimarahi oleh papaku dengan dibentak bentak dan dihina hina oleh adik dan kakakku. Ya Allah apakah ini yang dinamakan terus tersenyum? Penderitaan semua ini akan aku terima dengan senyuman, ketabahan dan kekuatan.
Aku berjalan mencari teduhan yang sejuk. Yang ada aku malah pingsan di jalan. Pria itu lagi membawaku ke rumah sakit. Aku masuk ke UGD yang ada di rumah sakit.
“Bagaimana dok keadaan teman saya?” Tanya pria itu sambil memegang jam tanganku yang jatuh
“Keadaannya
kritis, namun kanker ganas menyerang dia” Ucapdokter
Pria
itu menemuiaku di UGD dengan Sahabatku yang ada di sekolah.Mereka pun berdoa agar aku selamat dengan penyakit yang ganas.
Aku pun sadar dengan mata terbuka.
“Maafkan aku ya, aku harus pergi menemui mama. Ini kata kataku yang aku ucapkan terakhir. Aku sudah lelah Tegar, tersenyum dan kuat. Bukan aku berarti lemah. Mungkinkah ini yang dinamakan dengan penderitaanku. Semua kenangan yang kita lalui. Gak akan bisa aku lupakan walaupun aku sudah jauh di alam yang berbeda.” Ucapku dengan nada yang datar.

Scan pun bergaris hijau datar. Saatnya aku pergi menemui mamaku. Manusia hidup hanya sementara. Lalu, akan dibawa kealam yang berbeda. Bukan berarti membawa harta yang dimilikinya dibawa juga. Tetapi, yang dibawa adalah amal ibadahnya yang sudah dia lakukan di dunia.

Aku pun dimakamkan disebelah makam mamaku. Semua orang tahu kalau manusia itu tidak ada yang sempurna. Jika manusia telah meninggalkan dunia, yang selalu dikenang adalah namanya. Hujan bertanda bahwa bumi bisa menangis membasahi permukaannya. Tetapi tak selamanya hujan itu merugikan. Biasanya sehabis hujan itu terbitlah pelangi. Mengapa demikian? karena bumi ingin mencoba tuk tersenyum seperti bentuk pelangi yang setengah lingkaran. Seperti kehidupanku. Dengan ini aku menyatakan bahwa terbitlah pelangi sehabis hujan.

KARENA CINTA

KARENA CINTA

Ayam berkokok dan mengetuk gendang telinga. Seakan harus bangun saat itu juga. Dia melangkahkan kakinya, dan segera bersiap untuk pergi menuju tempat yang membosankan, dimana tak ada satu orangpun yang mengerti Selly “SEKOLAH !”.
“ Selly, sudahkah kau selesai dari kegiatan anehmu di kamar mandi itu?” kata kakaknya. “ Iya, sabar dikit dong” teriak selly dari kamar mandi. Setelah beberapa menit, “ Puaskah kau mengganggu kegiatanku tadi?” “Sadarlah! Ibu, ibu, ibu!” jerit kakaknya dengan wajah gelisah dan tak tahu apa yang harus dilakukan. “ Hey, kenapa kau berteriak? Aku disini! Lihatlah aku!” ucap Selly “ Ibu, Ayah, kemarilah! Lihatlah Selly”
“Apa yang terjadi? Aku baik-baik saja. Tolong lihatlah aku!” ucap lagi Selly. Semua orang di rumah seakan mengabaikan Selly, dan bergegas pergi menuju Rumah Sakit. “ Selly, sadarlah nak. Kau pernah berjanji akan selalu di samping ibu” ungkap ibu Selly dengan bersedih. “ Bu, aku ada dan selalu di samping Ibu”. Selly merasa aneh dan merasa tak ada satupun orang yang melihatnya.
Detik demi detik terus bertambah, hingga Selly tersadar bahwa dia harus bergegas pergi ke sekolah. Ataukalautidak, dia akan mendapatkan gelar“ Sang Juara Terlambat untuk seminggu berturut-turut”. Yapz, danbenarseorang guru Kimia dari sekolah Selly telah memasuki ruang kelasnya.Wajahnya sungguh kejam dan menakutkan. Dengannama yang takasing “Pak Erik”. “Gawat. Guru killer itusudahtiba, apaka aku mampu untuk masuk tanpa ada seorang pun yang tau?”.Dengan segera Selly melancarkan aksinya.Dan berhasil. Dia lolos, dan hanya kedua teman baiknya yang mengetahuinya.
“ Selly?“ tanya Reyna. “ Kaukenapa? Kenapa kauterkejut melihatku?” heran Selly.“Reyna, diamlah! Kau bicara dengan siapa?Dengar kan pelajaranku!” bentak Pak.Erik.“Apa? Bicara sendiri?Lalu aku kau anggap apa pak?” “Tenanglah Sel” ucap Geby“ tapi Geb?” “ Diam dan tenanglah”

KKRRRIINNGGG. “ Apa yang sebenarnyaterjadi? Akubarusadar.Tadi yang dibawakeRumahSakitadalahseoranggadisberseragam SMA Bhakti Alambernama Aura PurnamaSelly.Siapadia?”BBRRRAAAKKK.“ Kalaujalanpakaimata dong” bentakSelly.
“ Maafkan aku” “Bryan?” heran Selly. “ Sekali lagi, Aku minta maaf”. Tatapan itu, tatapan yang aneh. “ Kenapa dia menatapku seperti itu?”
“Geby” “ ada apa Sel? Kembalilah, Aku merindukanmu. Ku mohon” “ Iya sel, kami mengharapkanmu kembali” lanjut Reyna. “Maksud kalian?” “ Kelak kau akan mengerti. Maaf kami tak bisa membantumu. Mungkin Bryan mampu membantumu” “ Bryan? Cowok dengan tatapan aneh itu? Cowok yang heran menatapku itu?” pikir Selly.

BBRRUUUKKKK. “Lagi lagi kau menabrakku” “ Maafkan aku, permisi” “Tunggu, jelaskan sesuatu kepadaku” “ Aku tak dapat menjelaskannya, Aku hanya dapat membantumu” “ Baiklah, apapun itu, bantulah aku” “ Mari ikut aku”
“ Ingatkah kau dengan tempat ini? Tempat kita berdua” tanya Bryan. “ Hah? Tempat kita berdua? Apa apan kau ini?”
“ tenanglah Sell, kelak kau kan mengerti” “ Aku tidak mengerti, Apa yang sebenarnya terjadi? Aku kenapa? “
Dengan lesu Selly bergegas pulang dan meninggalkan Bryan tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Dia gadis kecil yang kesepian merindukan orang yang menyayanginya, tak tahu arah dan jalan kembali, bagai sehelai daun yang tertepa angin dengan arah dan tujuan yang pasti dan aku adalah pangeran yang kan membawamu kembali.

Di pelukanku “ Bryan, Sadarlah! Dia masa lalumu. Dia tak akan kembali” ucap Ibu Bryan. “tidak bu, dia ada di dekatku. Dan dia membutuhkan ku” “ Nak, Ibu percaya kepadamu. Tapi, janganlah kau menyiksa dirimu seperti ini. Jangan lah membayangkan hal yang tak ada” “Hal yang tak ada? Tapi dia disini bu” “ Nak, ibu sedih melihatmu begini” dengan sedih ibu Bryan meninggalkan kamar Bryan.
“ Bryan. Apa maksud perkataan ibumu bahwa aku tidak ada? Tapi aku kan di sampingmu” “Kapan kau akan sadar sel?” tanya Bryan. “ Kau koma Sel” lanjut Bryan. “ Maksud kamu? Aku gadis yang jatuh dari kamar mandi itu? Kau yang benar saja?” “ apa kau masih belum ingat? Aku Bryan, Aku pacarmu. Orang yang kau abaikan akhir-akhir ini” Setelah mengatakan itu, tiba-tiba Bryan pingsan dan sekejap Selly tersadar dari tidur panjangnya.
“ BRRYYAANN” “ Sel, kau sudah sadar? Ibu bahagia kau sudah sadar. Sudah 14 hari kau tertidur nak” dengan segera Selly memeluk ibunya. “ Bu, maafkan Selly selama ini. Selly sadar banyak orang yang menyayang Selly” “ Iya nak, Ibu juga minta maaf”
Air mata pun tak dapat terbendung lagi. Selly meluapkan semua kebahagiaannya dengan meneteskan air matanya.

Pagi menyambutnya lagi. Suasana sekolah barupun akan dia rasakan. Dan dia akan bersekolah di SMA Bhakti Alam. Dan “ BRRUUUKKK” “ Maafkan aku, aku tidak sengaja” ungkap Selly. “Tidak apa apa kok. Tataplah aku”
“ Bryan? Benarkah ini kau? Pangeranku? Pangeran yang menyelamatkanku dari kegelapan dunia?” “iya Sel, dan aku juga orang yang senantiasa mencitaimu”

Tanpa berpikir panjang, Selly segera memeluk Bryan. Selama 14 hari, Bryan adalah pelindung dan juga pacar yang tak pernah di anggap Selly. Entah apa yang akan terjadi, jika aku melayang tanpa ada pangeran yang selalu menemaniku. Ku bahagia kau hadir di sisiku, ku beruntung ada kau yang tulus memberikan cintamu.
Tak dapat ku ungkapan ini hanya dengan secerca puisi ini. Terimakasih untuk segalanya yang kauberi, Terimakasih dengan kesabaranmu yang selalu mengarahkanku.
“ Cciiyyee, ada murid
baru yang pacaran nihh” “ Kalian? Terimakasih juga untuk kalian, tanpa kalian mungkin aku tak ada disini”
“ Seharusnya kamu berterimakasih kepada Bryan. Karna dia tulus mencintaimu dan juga setia menantimu “ ungkap Geby ‘”iya itu Sell” lanjut Reyna.
“ Kalian bisa aja “ jawab Bryan

Kebahagiaan yang selalu di tunggu Selly pun hadir dengan seiringnya waktu. Emang hidup itu berputar. Kadang bahagia , dan kadang sedih pun datang. Seperti halnya yang di alami Selly, kau pangeranku, kau hidupku, kau segalaku. Ku bahagia mengenalmu dan ku berharap Cinta kita abadi.


HANYA AKU DAN TUHAN YANG TAU

HANYA AKU DAN TUHAN YANG TAU


Pagi itu udara sedikit mendung, cuaca pun terasa lebih dingin dari hari-hari biasanya. Hal ini membuat sebagian mahasiswa yang ada di sofiah kost tampak begitu malas bergerak dari tempat tidur mereka. Namun tidak bagi seorang mahasiswa yang bernama Bayu. Bayu Bramanthio, begitu nama lengkapnya.
Mendung di pagi itu seakan tak menyurutkan langkahnya untuk berangkat ke kampus. Dengan langkah pasti ia mengayunkan kakinya ke kampus tempat ia kuliah.
Sesampainya di kampus, kelihatan sekali bahwa pagi itu kampus masih terasa sangat sepi. Di depan hanya tampak dua orang cewek yang baru saja tiba. Rany dan Cindy, begitu orang-orang memanggil mereka. Ya… Inilah penyebab mengapa Bayu begitu semangat datang ke kampus. Bayu tengah mengagumi salah seorang dari mereka, yaitu Cindy. Gadis itu memang mempunyai senyum yang istimewa, dengan lesung pipit di pipnya. Lantas saja Bayu begitu memguminya. Sudah lama Bayu menyimpan rasa terhadap Cindy, namun ia takut mengungkapkan lantaran takut nggak diterima karena mereka sudah bersahabat akrab sejak SMA.
Tengah asyik melamunkan gadis manis berlesung pipit itu, tiba-tiba saja bayu disentakkan oleh sebuah tepukan di pundaknya.
“Hey bro… Bengong aja, pagi-pagi udah ngelamun, ntar kesambet loh” Kata seseorang yang ternyata Irfan, sahabat dekat Bayu di kampus.
“Eh elo Fan, ngagetin aja… Nggak kenapa-kenapa kok Fan cuma lagi suntuk aja, sepi kali ya kampus pagi ini? Pada kemana nih penghuninya?” Sahut Bayu yang masih saja memperhatikan Cindy dan seakan membohongi perasannya sendiri.
“Ntar juga pada datang anak-anak tu, paling sekarang mereka masih pada tidur, udah ah.. Naik yuk, kita kan di ruang 7 pagi ini” Ajak Ifan untuk naik ke lantai 3 tempat mereka bakal kuliah pagi ini.

Tanpa jawaban Bayu langsung aja beranjak mengikuti Irfan yang sudah lebih dulu bergegas pergi. Begitu lah keseharian yang dilalui Bayu sebagai pemuja rahasia Cindy.
Waktu terus berjalan, tanpa terasa sekarang sudah bulan November, Ya… Seminggu lagi Cindy ulang tahun, tepatnya tanggal 16 November. Hal ini tentu saja tidak akan lupa oleh Bayu. Jauh-jauh hari ia sudah memikirkan untuk mengunggapkan perasaannya terhadap Cindy, Malaikat penyemangatnya selama ini. Namun ia agak sedikit bingung memikirkan strategi dan cara apa yang bakal bisa menaklukkan hati Cindy.
Seminggu berlalu, Esok adalah ulang tahunnya Cindy. Kali ini Bayu nggak bingung lagi apa yang akan ia lakukan untuk menyalurkan perasaannya. Semua sudah ia siapkan dari seminggu yang lalu.
Pas di hari ulang tahunnya Cindy, Bayu nggak kelihatan. Ternyata ia sengaja datang terlambat. Begitu rencana yang ingin ia lakukan.

Tak lama berselang, Bayu pun tiba di acara ulang tahunnya Cindy, dengan kado yang terbungkus di tangannya. Tampak olehnya Irfan dan Cindy tengah duduk berdua di meja sudut. Bayu pun menghampiri kedua temannya tersebut.
“Selamat ulang tahun ya Cin, Moga panjang umur dan sukses selalu” Ucap Bayu sembari menyalami Cindy
“Amin.. Makasih ya Bay” Jawab Cindy singkat
“Eh Bay, kok lo baru nongol? Kemana aja?” Kata Irfan yang baru ngeliat Bayu datang
“Sorry bro, gue da perlu tadi, makanya agak telat datangnya” Sahut bayu mengeles
“Ya udah, nggak pa-pa kok, yang penting lo udah mau datang ke acara ulang tahunku” Kata Cindy
“Ya kalo soal itu mah gue pasti datang lah Cin, eh gue ke belakang dulu bentar ya” Kata Bayu yang sengaja ingin menyiapkan semuanya buat ngungkapin perasaannya pada Cindy.
“Masa cepet amat lo mau kesana Bay, lo nggak mau ngucapin selamat dulu ama kita?” Ucap Irfan
“Selamat untuk apa? Kan tadi udah sama Cindy” Tanya aku yang agak sedikit bingung
“Kami baru jadian loh Bay” Jawab Cindy singkat
Bayu terdiam, jantungnya terasa berdetak lebih kencang. Usaha yang selama ini ia lakukan kandas di tangan sahabatnya sendiri. Sia-sia dengan apa yang sudah ia persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Hatinya serasa dicabik-cabik oleh kedua temannya tersebut. Kecewa, ya.. itulah yang Bayu rasakan saat ini.
“Hey lo kenapa? Bengong aja, nggak seneng ya temen lo jadian?” Tiba-tiba suara Irfan menyentakkan lamunan Bayu
“Seneng kok, Selamat ya, ya udah gue ke belakang dulu” Ujar Bayu singkat dengan sedikit senyum kebohongan di mulutnya.

Langkah gontai dengan semangat patah bayu menuju ruang belakang. Hatinya menangis dengan kenyataan yang nggak ia duga sama sekali. Kado yang bawa nggak tau harus kemana ia letakkan. Perasaan yang terpendam nggak tau harus ke siapa ia ungkapkan.
Kecewa.. Cuma itu yang ia rasakan saat ini. Dalam hati Bayu bergumam, “Mungkin memang ini jalanku”



JERITAN MALAM

JERITAN MALAM

Malam semakin pekat.Kegelapan yang menyelimuti malam di Kampung Gandaria membuai kehidupan dalam kesunyian yang dalam.Semilir angin yang berhembus mengantarkan sang Dewi Malam ke dalam tapuk penguasa malam. Kabut malam di langit, menenggelamkan sang rembulan dan bintang ke dalam selimut kepekatan.
“Aaaaaa…!!!”
Terdengar suara jeritan perempuan yang memecahkan keheningan malam. Suara jeritan perempuan itu begitu kerasnya dan menggema ke seluruh pelosok kampung yang cuma berisi puluhan rumah saja.

Dennis pemuda kampung yang malam ini sedang mendapat jatah tugas ronda, segera berlari ke arah asal suara itu bersama teman rondanya sambil memukul kentongan. Dennis pemuda yang baru seminggu menikah dengan gadis kampung pujaannya, Livina, tampak sangat cemas dengan jeritan suara ini yang seperti mengarah pada rumah mertuanya tempat ia dan istrinya tinggal.
Suara kentongan yang saling bersaut membuat penduduk kampung Gandaria terbangun dari tidurnya dan semua beranjak ke luar rumah melihat situasi. Kehidupan mendadak muncul kembali malam ini di kampung Gandaria gara-gara jeritan seorang wanita.
Malam ini Malam Selasa Kliwon. Malam dimana seluruh penduduk Kampung Gandaria yang berjenis kelamin laki-laki sibuk berjaga dan meronda. Sudah tiga bulan lamanya tiap malam Selasa Kliwon penduduk Kampung Gandaria diteror oleh manusia yang cuma bercawet belel. Manusia bercawet belel ini meneror rumah-rumah penduduk dengan mencuri barang berharga tanpa diketahui tuan rumah yang tertidur pulas. Yang lebih mengerikan terutama bagi kaum wanita, manusia bercawet memiliki sifat c*bul. Makhluk ini doyan sekali meniduri istri-istri para penduduk kampung dan sialnya para suami mereka sering tidak tahu kalau istri mereka mengalami pelecehan oleh manusia bercawat ini.
Suara jeritan perempuan tadi terus menerus terdengar, Dennis semakin yakin bahwa suara jeritan itu berasal dari rumah mertuanya. Dennis sadar suara perempuan yang menjerit-jerit adalah suara istrinya, Livina dan adik kandungnya Rachel. Malam ini hanya mereka berdua yang tinggal di rumah sementara mertuanya pergi menginapa di rumah famili.
Dennis berlari sangat cepat mendahului rekan-rekannya. Rasa cemas yang sangat, membuat pengantin baru ini berusaha secepat mungkin sampai di rumah mertuanya. Dennis tak ingin istri dan adiknya menjadi korban kec*bulan manusia bercawat belel.
Sampai di rumah mertuanya masih terdengar juga suara dua orang perempuan yang saling menjerit-jerit.
“Livina, buka pintunya!” Kata Dennis sambil menggedor-gedor pintu depan rumah.
Bukannya
membuka pintu depan, Livina dan Rachel malah semakin keras jeritannya. Dennis menduga bahwa simanusia cawet belel telah berada di dalam rumahnya.Karenanya Dennis segera mencongkel pintu dengan tongkat besi yang biasa ia bawa jika meronda.
Pintu depan berhasil terbuka. Dennis dengancepatnyalangsungmasukkedalamruangkamartidurdimanaiamelihatistridanadiknyasalingberpelukansambilmenjerit-jeritketakutan.
“Manamakhlukbercawetitu?” Kata Dennis sambilmenghunuskantongkatbesinya.
“Dia..dia..dia…” Kata Livinaterbata-batasangkingketakutannyasambilmenunjukkearahranjangtidur.
Dennis tertegunbegitumelihatmakhluk yang berada di atasranjangtidur.
“Pantassajamerekaberduamenjerit-jeritketakutan” Kata Dennis dalamhatinya.

Mahkluk itu berkumis panjang tapi hanya beberapa helai saja. Mulutnya agak kepanjangan, telinganya lebar dan bulat. Meski tubuh mahkluk itu mungil, namun ia memiliki ekor yang panjang. Makhluk itu memang benar-benar mahluk yang menjijikan dan terus menerus giginya mengerat-ngerat papan kayu ranjang.
Mahluk
menjijikan yang membuat dua perempuan muda menjerit-jerit itu mendadak bersuara begitu melihat Dennis.
“Cit..Cit… Cit..Cit…”



Selasa, 03 Desember 2013

lionel messi

          Lionel Messi

       Bagi para penikmat sepakbola di era medern ini siapa yang tidak mengenal Lionel Andrés Messi, pemain lincah asal klub barcelona fc ini merupakan pemain terbaik dunia selama 4 tahun berturut – turut. Sedikit ulasan tentang LIONEL MESSI
Lionel Andrés Messi (lahir 24 Juni 1987 di Rosario, Argentina) adalah pemain sepak bola yang sejak kecil sudah bermain untuk klub FC Barcelona dan Argentina. Dianggap salah satu pemain sepakbola terbaik dari generasinya, Messi menerima beberapa Ballon d’Or dan FIFA World Player nominasi pada usia 21, dan menang pada tahun 2009, 2010, 2012, dan 2013. Messi mulai bermain sepakbola pada usia muda dan potensi dengan cepat diidentifikasi oleh Barcelona.
Kesuksesan Bacelona menjadi tim terbaik dunia tidak lepas dari peran seorang Lionel Messi. Penyerang asal Argentina ini telah menjadi nyawa bagi Barcelona. Dengan tinggi badan kurang dari 170 cm, pemain ini sebenarnya lebih cocok bermain di Liga Asia, namun siapa sangka dengan kemungilan tubuhnya menjadikan Lionel Messi menjadi pemain yang lincah dan gesit ditambah lagi dengan kecepatan larinya yang di atas rata-rata.
       Dengan mengandalkan kaki kirinya, dia berlari melewati tiga hingga empat pemain lawan dan akhirnya mencetak gol. Banyak yang bilang, Messi adalah titisan sang maestro Dieogo Maradona. Apalagi Messi pernah mencetak gol dengan tangan,yang lebih dikenal dengan gol tangan tuhan.
 Barcelona sangat beruntung bisa memiliki pemain hebat seperti Lionel Messi. Bersamanya, klub asal spanyol itu menjadi klub yang sangat ditakuti di Eropa. El Messiah julukan Messi, memang terlahir untuk menjadi seniman lapangan hijau.
       Saat ini banyak klub kaya eropa yang mulai menggoda messi untuk berpindah dari klub katalan itu, namun keinginan klub-klub tersebut mungkin sia-sia karna messi sudah memperpanjang kontraknya di barcelona hingga 2018 dan mungkin saja ia akan pensiun disana.


barcelona

FC.BARCELONA


     Nama Barcelona sepertinya sudah tidak asing lagi dengan sepakbola. Setiap orang yang mendengar nama Barcelona, bukan hanya terbayang kota yang indah dan besar di Spanyol, tapi juga sebuah klub sepakbola yang sangat terkenal di seluruh belahan dunia.
pengen tau lebih tentang barcelona??
Barcelona merupakan bagian dari propinsi Katalonia. Karena itu, juara laliga tahun 2012 itu merupakan kebanggan masyarakat Katalonia. Klub yang sudah berdiri sejak 1899 mungkin tak perlu banyak diperkenalkan lagi.
Mereka merupakan salah satu klub tersukses di Spanyol, Eropa dan bahkan dunia. Buktinya klub yang dijuluki La Blaugrana ini sudah 22 kali menjuarai La Liga dan beberapa kali menjuarai turnament tingkat eropa.
Bukan sekedar piala, Barca juga termasuk tim yang selalu menampilkan permainan menghibur, berpola menyerang, anti sepakbola negatif dan sangat produktif. Mereka juga punya pendukung yang banyak dan setia baik di spanyol maupun diluar spanyol.
Barca bermarkas di stadion Camp Nou, yang mampu menampung sekitar 98.700 penonton. Klub ini merupakan salah satu pelopor dibentuknya kompetisi La Liga atau Divisi Satu pada musim 1928/29, bersama dengan Real Madrid dan Athletic Bilbao. Barca berhasil menjadi juara pada musim pertama La Liga. Ketiga klub tersebut belum pernah terdegradasi sampai saat ini. Tapi dalam soal prestasi, hanya Real Madrid yang mampu menyaingi Barca.
     Pertemuan Barca dan Madrid di La Liga selalu berlansung sengit dan menarik. Duel kedua tim dijuluki El Clasico karena mereka hampir selalu bergantian mendominasi liga. Meski kerap berseteru, ada beberapa pemain yang pernah memperkuat kedua klub tersebut. Tentunya, pemain yang hijrah dari Barca ke Madrid dan begitu juga sebaliknya, tidak akan mendapatkan sambutan hangat di klub lamanya.
     Contohnya, Luis Figo. Gelandang asal Portugal ini pindah dari Barca ke Madrid. Saat kedua tim bertemu di Camp Nou, Figo mendapat sambutan ‘hangat’. Selain disiuli dan diteriaki hampir sepanjang pertandingan, pemain asal Portugal ini diberikan kepala babi oleh penonton saat akan mengambil tendangan sudut.
     Tim inti mereka di musim ini adalah: Victor Valdes (kiper),Gerard pique , Carles Puyol, Dani Alvez, Andres Iniesta, Jordi Alba, Xavi, Pedro, Neymar, Alexis Sanchez dan pemain terbaik dunia saat ini Lionel Messi.